Sering Berpergian Bukan Berarti Lupa dengan Arti Rumah

Perjalanan kali ini memang bisa dibilang Absurd sekaligus Epic. Gue dan bapak negara memang bukan baru pertama kali blusukan ke negara orang. Tapi kali ini ada yg berbeda dgn perjalanan kami di UK.

Kami memilih utk menghabiskan banyak waktu di Scotish Highland dgn road trip dan camping. Pindah dari satu tempat ke tempat lain, cari lahan, bangun tenda, masak, hiking kemudian bongkar lagi, jalan lagi, pindah tempat lagi.. dan itu SERU!! Perjalanan ini kaya bangun rumah tangga ajah, bikin tenda bareng, kalo gue masak Billy akan bantu cuci piring, gue yg beresin tenda, Billy akan packing, gue yg masak, Billy yg nyiangin, hari ini gue yg bikin kopi, besok gantian Billy yg bikinin gue kopi, gue siapin makanan, Billy foto2, kemudian gantian gue kerja, Billy beresin tenda, dan lalu gue blm bs tidur eh dia udah ngorok duluan kzl hahaha.

Gue bersyukur dianugerahi pasangan yg mau saling bantu utk bangun “rumah” bukan tipikal partner yg suka ngatur-nyuruh ina itu-nuntut-merintah, Bapak Negara lebih senang memperlakukan gue sebagai “Partner Hidup-Travelmate-Sahabat Seru” ketimbang istri yg diexploitasi seperti layaknya Pelayan Rumah Tangga, bukan berarti gue tidak melakukan pekerjaan rumah tangga, tapi tidak diperlakukan seperti pelayan :). Ya mungkin setiap orang mempunyai cerita & pandangan yg berbeda tapi gue bersyukur karna Bapak Negara tau cara memperlakukan wanita dgn baik.. nih Cemmoonnkk gue puji elu tuh.

Kami banyak menghabiskan waktu ngobrol, curhat, argument, dll peraturannya “boleh ngobrol, tapi gak boleh ngomongin orang lain :)” ya, perjalanan ini mungkin tidak mewah, tapi moment seperti ini gue anggap sangat mewah karna kami sama2 sadar, bahwa kami berdua sama2 sibuk & butuh meluangkan waktu seperti ini 🙂 .

Dan akhirnya, menurut gue rumah itu adalah tentang “Rasa” tentang “hangatnya moment kebersamaan di dalamnya”, rumah bukan soal bangunan, rumah bukan cuma tempat utk berteduh, tapi rumah adalah tentang tempat untuk pulang.. tempat utk bercerita dan berbagi rasa and Home is whenever I’m with you

Menginap Gratis via CouchSurfing

Couchsurfing? Apaan tuh? Masih banyak beberapa teman saya yang menanyakan hal tentang couchsurfing. Jadi Couchsurfing adalah semacam media sosial khusus para traveller, yang menyediakan tempat tinggal di kota yang mereka tinggali. Jadi kamu tinggal register, terus kamu login, kamu ketik kota tujuan kamu, dan Voila!!! Bakal banyak muncul list yang bisa kamu kontak disana. Tipsnya..

1. Isi profile CS kamu sebanyak2nya dan selengkap2nya, jangan lupa upload foto, jadi orang yang numpangin kamu ga akan ragu numpangin kamu.
2. Cari Host yang punya referensi cukup banyak. Referensi banyak menandakan dia recomended untuk dipilih sebagai host.
3. Mintalah kontak lain misalnya Whatsapp atau Line, jadi kamu bisa mengenal lebih dulu via chat. Atau telpon langsung juga boleh selama si host nya santai.
4. Pilih host yang ada di tengah Kota, kamu merasa lebih aman dan gampang untuk transportasinya.
5. Jadilah orang yang menyenangkan. Murah senyum, jangan kebanyakan main gadget dikamar. Kapan lagi kamu dapat temen baru di tempat yang pertama kali kamu datangin?
6. Bantu2 host kamu. Ga usah hal besar. Cuci piring bekas kamu makan juga udah cukup untuk meringankan beban hostmu.
7. Jangan lupa, belajar sedikit bahasa lokal, dan ikuti tradisi lokal maupun adat daerah dimana kamu tinggal. Wajib banget tuh.
8. Kalau kamu mau, kamu juga bisa membeli pernik2 dari kota asal kamu, nanti pas pulang kamu tinggal berikan ke host sebagai ucapan terima kasih, misalnya kain atau batik, kalian yang lebih tau
9. Dan yang terakhir, selalu waspada. Kejahatan bukan karena hanya ada niat, tapi jika ada kesempatan. Waspadalah, waspadalah.

Foto di atas adalah foto keluarga Conny Tiluata, seorang aktivis NGO, yang aktif di Couchsurfing Kupang. Jadi kalau mau ke Kupang, bilang aja temannya Yudha. Kebetulan saya juga menginap selama seminggu dirumah Kak Conny.

Adalagi tips nginep lainnya? Ada temen2, banyak kok. Tunggu tanggal mainnya.
Siap untuk ketemu teman dan keluarga baru? Enjoy your free place to stay!

Alor Kecil dengan Keindahan yang Besar

Selamat siang. Kembali lagi ke rubrik spot dan masih membahas tentang Alor. Kali ini Devmin mau berbagi spot yang di sebut dengan Alor Kecil. Mungkin, kalo nanti kalian yang kesini, kalian bisa ambil foto yang lebih kece ya. Devmin mah apa atuh, cuma gorden mushola.

Alor Kecil adalah sebuah desa di kecamatan Alor Barat Laut, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur. Alor Kecil merupakan perkampungan dengan garis pantai yang indah. Hampir sepanjang pesisir pantai Alor kecil memiliki crystal water yang menakjubkan. Namun yang paling sering menjadi tempat berkunjung adalah salah satu dermaga yang menghadap ke Pulau Kepa dengan pemandangan puncak Pulau Pura. Di Alor Kecil sendiri merupakan salah satu spot untuk kamu yang hoby snorkling. Banyak karang indah dan ikan-ikan yang cantik. Dan di Alor Kecil inilah biasa terjadi fenomena langka berupa arus dingin yang dulu pernah Devmin bikin livepost-nya.

How to get there : Dari pusat kota Kalabahi, kamu bisa naik angkutan umum dengan harga lima ribu rupiah. Bisa juga naik motor kalo ada. Lama perjalanan sekitar 30-45 menit.

Biaya masuk : Free. Tapi kalo ada warga, jangan lupa sapa-sapa dan ijin aja ya.

Saran : Bila berenang atau snorkling di daerah Alor Kecil, kalau bisa jangan menggunakan perhiasan apapun yang mencolok ya, khususnya yang terbuat dari emas atau pun perak.

Ada pertemuan ada pula perpisahan. Dan hari ini Devmin harus berpisah dengan salah satu perempuan super yang menjadi travel mate Devmin selama di Bajawa. Ya, Devmin berpisah dengan Novi. Rute perjalanan kami yang berbeda menyebabkan kami harus kembali ke hakikat kami sebagai solo traveler. Devmin melanjutkan perjalanan menuju Wae Rebo sementara Novi menyusuri Ende, Maumere hingga Larantuka.

Walaupun baru kenal dan hanya beberapa hari bersama Novi tapi rasanya kami seolah telah mengenal bertahun-tahun. Banyak hal yang saling kami bagi, baik suka atau duka sebagai perempuan yang menjauh dari rumah untuk menyusuri negeri yang indah ini. Kami percaya bahwa menjadi perempuan bukan berarti harus selalu takut dan lemah. Sebuah mimpi kecil pun kami bangun. Suatu hari nanti, kami akan kembali lagi ke Bajawa untuk bersama-sama mendaki gunung Inirie.

Traveler Perempuan Wajib Baca Ini!

Ada yang pernah mikir nggak kalau perbedaan waktu di Indonesia ini menarik ? :)) Tapi kali ini Dev nggak akan membahas itu. Kali ini akan merepost postingan Dev yang paling awal banget, yaitu Solo Female Backpacker Do and Don’ts. Yuk di cek!

SOLO FEMALE BACKPACKER : 5 DOS

1. Kenali kesehatan dan kekuatan fisikmu. Kalo kamu ngerasa punya penyakit kronis lebih baik di pikir 2 kali lagi untuk solo traveling yang jauh-jauh dari kotamu ya cantik. Kalo cuma ke Sevel di jalan depan mah, silahkeun. *Ciyeee~ anak Sevel mana lo ?* #krik

2. Pastikan ijin dan dapat ijin orang tua. Sebenarnya ini hal simpel tapi sering disepelein padahal dahsyat dan inbox banget faedahnya. Believe it or not, doa orang tua adalah kunci berkah dan keselamatan dimanapun kita berada.

3. Manajemen finansial. Mulailah menabung buat ngetrip. Yang kerja banyakin lembur. Yang kuliah banyakin puasa biar sekalian langsing. Tentukan juga batasan minimal biaya yang di keluarin selama perjalanan jadi budgetmu nggak bakal over.

4. Tentukan destinasi. Cobalah sebisa mungkin mencari kenalan di tempat tujuanmu. Caranya gimana Dev? Bisa tanya keluargamu, temenmu atau mbah google. Catet nomor hape atau alamatnya, tidak hanya di henpon tapi juga buku sakumu. Kalau nggak bisa juga, berinteraksilah on the spot !

5. Berdoa, berani, percaya diri dan keep smileee~ *kemudian Cesar pun bergoyang*

Untuk 5 DON’TS-nya akan Dev bahas di postingan selanjutnya ya. Kalau ada temen-temen yang mau menambahkan tips/opini ataupun bertanya, silahkan drop komennya. Terima kasih.

Sekarang giliran Dev yang meneruskan catatannya lagi. Here we go… SOLO FEMALE BACKPACKER : 5 DON’TS

1. Jangan berat-berat diransel yaa. Bawa yang bener-bener dibutuhin aja. Backpack/ransel yang terlalu berat akan membuat kamu nggak lincah kalo misalnya pas hitching atau berpindah-pindah alat transportasi. Cukup beban hidupmu aja yang bikin berat. *dikeplak pembaca*

2. Jangan menaruh uang di satu tempat saja. Usahain di pencar-pencar ya. Jikalau hal terburuk terjadi misalnya kecopetan atau di palak, kamu masih punya back up.

3. Jangan terlalu banyak memperlihatkan kulit tubuh girls. Walaupun mulus, kulitmu bukan kulit ayam kaepsi yang siapapun doyan looohhh. Gunakan pakaian yang sopan dan nyaman biar tidak mengundang kejahilan lelaki macam Yud. Hehehe~

4. Jangan mengenakan perhiasan yang berlebihan. Hindari memakai kalung emas sepanjang rantai kapal atau cincin dengan berlian segede jeruk Bali. Ingat, kamu mau explore bukan mau di rampok sist !

5. Jangan malu berinteraksi dengan warga lokal. Walaupun kamu berjalan sendiri, buang semua ego dan rasa takutmu ketika kamu merasa bingung atau butuh bantuan orang lain.

Baiklah, sekian dulu berbagi tipsnya. Kalau ada yang mau kasih tambahan tips, opini atau pertanyaan, silahkan drop di kolom komen ya. Terima kasih.

Telusuri Kepulauan Riau Sampai ke Ujung

Perjalanan keliling Kepulauan Riau belum berakhir. Sekarang masih membahas Lingga nih. Mungkin masih banyak yang belum mendengar nama pulau Lingga. Jujur, saya pun baru dengar saat menginjakkan kaki di Benan. Padahal, Daik Lingga adalah ibu kota dari kesultanan Lingga. Kesultanan Lingga itu sendiri dulunya adalah kesultanan Melayu yang besar lho!

Informasi yang didapatkan dari dinas pariwisata, awalnya pulau yang diberi nama pulau Lingga ini dipimpin oleh seorang pemimpin suku Melayu yang terkenal sangat jago dalam bertempur. Pemimpin tersebut bernama Datuk Megat Kuning Putra yang berasal dari Jambi. Di awal abad-18, pusat pemerintahan sultan johor – riau dipindahkan oleh seorang sultan bernama Mahmud Syah. Setelah kejadian itu, sang datuk diberi gelar orang kaya dan diberi kekuasaan di daerah Daik.

Nah berjalanlah semua kegiatan Kesultanan di Daik. Tetapi tak lama, pada tahun 1900an Belanda menyerang Daik dan akhirnya kesultanan pun mundur. Sekarang, di Daik kita hanya bisa menemukan replika Istana Sultan saja. Istana yang aslinya sudah hancur rata dengan tanah, yang tersisa hanya fondasinya. Hiiiii!

Wow! Indonesia memang kaya ya! Tak hanya wisata alam, tetapi wisata budaya dan sejarah pula! Bangga dong jadi orang Indonesia!

Setelah puas mengeksplor komplek kerajaan Lingga yang bersejarah, saya di ajak Bung untuk kembali mengeksplor satu air terjun yang spesial. Kenapa spesial? Karena air terjun ini tidak banyak orang yang tau, bahkan pemda sendiri belum banyak yang tahu tentang air terjun tersembunyi ini -Air Terjun Makunggal.

Perjalanan untuk menuju air terjun Makunggal menghabisman waktu hampir satu jam. Kami melewati hutan lebat dan melompat diantara bebatuan sungai yang cukup besar. Bahkan ada beberapa trek yang memiliki kemiringan hingga 80°, jadi kami harus mendaki. Wow!

Setelah beberapa kali terpeleset dan meninggalkan luka di hati #eh luka di tangan maksudnya, saya sampai juga di Air Terjun Makunggal. Nggak perlu banyak bercerita, bisa kamu lihat air terjun ini benar-benar sepi. Belum tersentuh oleh orang-orang.

Beberapa Cara Alami Dapat Meningkatkan Kadar Oksigen Dalam Darah

Dalam salah satu fugsi darah dalam tubuh manusia yaitu mendegarkan oksigen yang keseluruh sel dalam tubuh. Saat bernapas, oksigen yang segar akan ditarik dari paru-paru. Kemudian, sel darah yang merah yang akan mengikat oksigen yang diparu-paru untuk membawanya yang melalui aliran darah. Oksigen yang dalam darah yang berfungsi untuk yang menggantikan atau meregenerasi sel, mendukung sistem kekebalan tubuh dan memberi energi dan juga masih banyak lagi.

Untuk fungsi oksigen dalam darah yang krusial pada tubuh mengharuskan untuk setiap orang dan yang akan memastikan dari kadar oksigen yang didalam darah ini tetap dengan keadaan yang sangat baiik dan juga stabil. Dirangkum dari berbagai sumber, berikut dari ini cara yang alami untuk bisa meningkatkan dari kadar oksigen yang didalam darah.

Beberapa Cara Alami Untuk Dapatkan Kadar Oksigen Dalam Darah

Buka Jendela Dan Keluar Menghirup Udara Segar
Dalam salah satu hal yang sederhana yang mudah untuk dilakukan untuk bisa meningkatkan jumlah oksigen dalam darah adalah yang membuka pintu jendela rumah atau juga pergi yang ke luar untuk bisa menghirup udara segar. Dan tak hanya itu saja, manfaat lainnya adalah pencernaan yang lebih baik dan meningkatkan energi.

Membuka jendela yang dapat bisa membuka akses dengan yang terhadap udara segar hal ini dapat bisa membuat bernapas menjadi lebih mudah. Namun kualitas udara yang diluar rumah ini juga harus diperhatikan. Apabila udara disekitar rumah berpolusi, misalnya penuh dengan debu dan asap. maka membuka jendela bukannya sebuah pilihan. ini yang sering dialami oleh orang-orang yang tinggal daerah perkotaan.

Meditasi Agar Melatih Pernapasan
Untuk melakukan latihan pada pernapasan yang sederhana ini yang seperti yang melakukan pernapasan yang melalui mulut dan juga pernapasan dari perut ini dalam atau yang diafragma untuk bisa yang membuka sebuah saluran udara yan direkomendasikan oleh sebuah pakar rehabilitasi pada paru, sebagai dari salah satu cara untuk yang akan meningkatkan dari kadar oksigen yang didalam darah. Untuk bisa melakukan latihan pernapasan dari diafragma yang tersebut, meditasi rutin ini dapat bisa menjadi salah satu pilihan.

Untuk melakukan meditasi yang selama 5-10 menit untuk setiap hari ini bisa meningkatkan asupan oksigen dengan lakukan meditasi dengan pernapasan yang santai, terfokus dan rileks.

Rutin Berolahraga
Untuk yang memiliki tubuh yang sehat, setidaknya anda yang harus olahraga dengan yang selama 30 menit, dalam lima kali seminggu, selama anda berolahraga, tubuh akan membuat jantung dan paru-paru anda berkeja secara ekstra.

Paru-paru yang akan membawa oksigen yang didalam tubuh untuk bisa menghasilkan energi dan yang akan membuang karbon dioksida. Sementara ini, jantung yang akan memompa oksigen yang ke otot dan yang sedang dilatih saat yang berolahraga.

Untuk melatih pernapasan terus-menerus maka melalui dari olahraga seperti ini dapat membuat paru-paru anda yang menjadi lebih sehat. Oleh sebab itu, kapasitas cadangan pernapasan dapat bisa meningkatkan sampai kualitas pernapasan meningkat pula. efeknya dari paru-paru ini dapat menyerap yang lebih banyak lagi oksigen.

Diving di Pulau Derawan, Indahnya Indonesia

Kepulauan derawan adalah salah satu pulau yang terletak di berau, kalimantan timur. Ada banyak sekali tempat wisata yang menawan disini salah satunya adalah taman bawah laut. Seluruh wisatawan dan turis yang mengunjungi pulau derawan sudah pasti ingin melihat indahnya apa yang ada di bawah air kepulauan derawan.

Sama halnya dengan Ashari Yudha yang merupakan seorang travel blogger terkenal mengunjungi kepulauan derawan dan diving disana serta melihat indahnya indonesia.

Punya banyak waktu untuk extend di Derawan malah membuat saya harus berpikir hal apa yang harus dilakukan disini. Saya lalu mencari info apa saja yang bisa dikunjungi di Derawan dan sekitarnya. Ternyata cukup banyak Pulau yang tak kalah menarik, misalnya Kaniungan, Bakungan, hingga Nabucco. Saya berencana bertanya ke Bang Apoy bagaimana caranya untuk menuju kesana, tetapi malah dibalas Bang Apoy dengan kegiatan lain.

“Bang, gimana caranya kalau mau ke Bakungan?”.

“Jangan sedih Yud, puas puasin aja disini. Siang ntar diving aja ya!” ujar Bang Apoy.

“Diving? Boleh bang.” jawabku semangat.

Tak butuh waktu lama, saya dan guide dive kami Yudi @giduy segera siap-siap. Ternyata Yudi teman satu angkatan saya dulu di kampus, hanya berbeda jurusan. Unpad Kelautan 2009. Setelah sedikit ngobrol, ternyata banyak sekali mutual friends yang kami saling kenal.

Yudi juga memberi tahu bahwa saya tak akan diving sendiri, akan ada tiga orang lagi. Cewek semua, katanya.

“Yang diving cuma berdua tapi, Yud. Maneh tong aneh-aneh mikirna” ujar Yudi.

“Sia deui…” saya membalas.

Setelah bertemu dengan 3 orang lainnya, yaitu Vivi, Jessica, dan Arum, kami langsung cuss menuju Kakaban. Di depan Kakaban merupakan wall, nah menurut Yudi disana lokasi yang tepat untuk diving.

Singkat cerita, saya, Yudi, dan Vivi langsung nyebur ke dalam air yang cukup dingin. Sayangnya, visibilitynya lagi nggak begitu bagus. Selain angin yang sedang kencang, langit juga sedang mendung. Tetapi, saya sangat menikmati diving hari ini.

Seperti biasa, diving cuma modal tongsis. Jadilah selfie saja.

Kota Daeng yang Bersejarah di Makassar

“Yud, buruan. Ntar ketinggalan pesawat, lho!”.

Aku bergegas mengambil daypack yang masih setengah terbuka sambil terengah-engah. Panggilan Tajab seakan mengisi seluruh lorong rumah, memanggilku untuk segera keluar dari kamar. Bukan sekali dua kali aku terburu-buru seperti ini. Tergesa-gesa seakan menjadi bumbu dalam setiap perjalananku. Sampai-sampai Ibuku pernah bilang, ketika aku tak tergesa-gesa ada kemungkinan besar barang yang tertinggal.

Mataku menyipit terkena siraman matahari yang berada tepat di atas ubun-ubun. Jalan mulai tampak padat dipenuhi para pekerja yang mencari makan siang. Tajab memacu mobil cukup kencang, membelah jalanan kota Makassar. Sudah terlalu dekat, tak mungkin gagal lagi kali ini.

Sudah empat kali aku mengunjungi Makassar, kota Daeng. Yang pertama dan kedua, ketika aku mengunjungi almarhum Ayah yang sedang bekerja disana. Ketiga, Makassar merupakan titik dimana perjalanan panjangku selama enam bulan berakhir. Dan saat ini adalah kunjunganku yang keempat. Sampai sekarang, aku belum pernah menginjakkan kaki di kompleks Karst terluas nomor dua di dunia, Rammang-Rammang. Padahal, aku sudah mendengar tentang Rammang-Rammang ini sejak lama, semenjak Ayahku berkerja di Makassar.

Untuk menuju Rammang-Rammang, kami melintasi jalan menuju Kabupaten Maros. Sempat-sempatnya Tajab membeli beberapa cemilan, padahal baru saja menghabisi satu porsi konro bakar dan dua piring nasi.

“Yud, bangun! Hampir sampai!”.

Ternyata, aku tertidur sepanjang perjalanan. Sambil mengucek-ngucek mata, aku memperhatikan pemandangan sekitarku. Sawah-sawah subur yang sedang kuning-kuningnya, terhampar luas sepanjang mata. Kerbau-kerbau sedang merumput, menemani si gembala yang sedang beristirahat. Beberapa petani sibuk mencangkul, sesekali mereka mengusap keringat. Menenangkan dan melegakan. Tetapi, bukan itu yang membuatku terpana.

Tatapanku terpaku pada sebuah tebing. Tebing tinggi yang berdiri dengan gagahnya. Diatasnya, tumbuh vegetasi yang cukup lebat, bak rambut manusia. Aku menyadari bahwa tebing itu membentuk sebuah kompleks yang sangat luas.

Karst?

“Rammang-Rammang…”.

Mataku masih terbelalak melihat langsung kegagahan dari tebing yang berada tepat didepanku. Teringat jelas memori tentang perjalanan mengelilingi beberapa karst, sebut saja Raja Ampat, Lembah Harau, dan Van Vieng. Indah? Pastinya indah dan memesona. Mana yang terbaik? Tak bisa kujawab, karena setiap kompleks karst memiliki keunikannya masing-masing.

“Yud, mau masuk? Kalau mau masuk kita harus naik perahu, melintasi sungai.” tanya Tajab.

“Masuk kemana? Ke Rammang-Rammangnya?”.

“Yup, masuk Desa Barua. Desa yang berada di tengah perbukitan Rammang-Rammang”.

Melintasi sungai? Sepertinya opsi yang sangat menarik! Tanpa berpikir panjang, aku mengiyakan ajakan Tajab.

Kami langsung bergegas mencari dermaga dimana lokasi kapal biasa bersandar. Di Rammang-Rammang terdapat tiga buah dermaga. Saya memilih dermaga pertama dengan pertimbangan jarak dan waktu tempuh yang lebih lama, otomatis jauh lebih puas.

3 Kuliner Kontroversial di Indonesia

Jika kamu pernah mendengar makanan dengan nama foie gras, itu adalah salah satu makanan mewah dari Prancis yang di buat dari hati angsa dan bebek.

Demi bisa mendapatkan hati yang ukurannya besar, angsa dan bebek yang di pelihara akan di paksa makan dalam jumlah yang banyak dengan memasukkan selang ke dalam tubuh unggas itu. Tidak sedikit orang yang menganggap proses tersebut merupakan penyiksaan terhadap hewan. Oleh karena itu, foie gras termasuk makanan yang cukup kontroversial di dunia.

Selain di luar negeri, Indonesia juga memiliki kuliner yang kontroversial. Mau tau? Yuk, simak daftarnya di bawah ini.

1. Rintek Wuuk (Sate anjing)

Di beberapa daerah di Indonesia ada banyak  rumah makan yang menyajikan rintek wuuk.

Bahan dasar hidang satu ini adalah daing anjing, yang di mana kita ketahui anjing bukan lah makanan. Itu yang membuat keberadaan kuliner berbahan daging anjing menuai kontroversial di Indonesia.

Dari segi kesehatan, daging anjing bukanlah makanan yang layak untuk di konsumsi karena terdapat banyak bakteri yang bisa mengancam kesehatan. Seperti hipertensi, infeksi bakteri, rabies, dan kekebalan antibiotik yang berkurang.

2. Sate Penyu

Sate penyu sangat terkenal di Pulau Dewata, Bali. Meski sate ini di sukai banyak orang, kuliner ini juga menuai kontroversi di Indonesia. Karena penyu yang menjadi bahan dasar hidangan ini adalah hewan yang sudah sedikit keberadaannya.

Demi menjaga kelestarian penyu, pemerintah setempat melakukan pelarangan jual beli penyu. Sanksi kurungan penjara sampai denda uang ratusan juta siap menanti bagi siapa saja yang melanggar peraturan tersebut.

3. Paniki

Kuliner khas Sulawesi Utara ini terbuat dari daging kelelawar yang di olah dengan bumbu bersantan. Belum lama ini, paniki menjadi perbincangan banyak orang di Indonesia.

Pasalnya, masakan yang sudah terkenal sejak zaman dahulu ini terbuat dari daging kelelawar. Hewan nokturnal yang mengkonsumsi buah ini sering di kait-kaitkan sebagai hewan yang menyebarkan virus Corona di Wuhan. Sehingga banyak masyarakat Indonesia yang meminta untuk berhenti mengkonsumsi daging kelelawar.

Nah, itulah 3 kuliner di Indonesia yang cukup Kontroversial yang harus kamu ketahui.

Tips Jalan – Jalan ke Wamena di Papua

Sebenenernya selama di Wamena kemana aja sih Yud? Apa cuma melihat budaya aja?

Nggak kok. Saya juga mendatangi beberapa tempat yang wajib kamu datangin kalau berkunjung kesini. Ada beberapa yang ingin saya ceritakan, jadi beberapa postingan ini akan menutup perjalanan saya di Wamena. Cusss!

Kalau kamu berkunjung ke Wamena, kamu wajib melakukan yang namanya trekking ke desa-desa. Ada beberapa pilihan destinasi trekking, salah satunya adalah Desa Ibiroma dan Desa Kilise yang berada di Distrik Kurima. Untuk mencapai dua desa diatas awan tersebut, kamu harus melewati aneka macam tipe jalan. Dari mulai jalan aspal, jalan berbatu, jalan tanah, sungai, hutan, perkampungan, bukit, pokoknya lengkap. Serasa Ninja Hatori banget.

Perjalanan dari Wamena menuju titik terakhir sebelum pendakian yaitu Desa Kurima, memakan waktu sekitar satu jam lebih menggunakan taksi (orang sini menyebut angkot dengan nama taksi.) Sesampainya di Kurima , kami harus berjalan kaki (saat itu kami hitchiking sebuah truk tanah, jadi hanya 10 menit saja) selama satu jam jika jalan kaki. Oh iya, kami diwajibkan untuk izin terlebih dahulu di Pos TNI sebelum mendaki ke bukit-bukit di pedalaman Distrik Kurima.

Setelah meminta izin, kami melanjutkan perjalanan. Disini, kami bakalan melewati satu sungai yang cukup besar. Perjalanan bener-bener lengkap ribetnya karena untuk menuju sungai saja, kami harus melewati jalan penuh batu-batu lepas. Nggak kebayang kalau hujan mungkin licin. Hanya truk dan mobil 4WD aja yang berani lewat.

Ada dua buah jalur trekking. Yang pertama, jalur yang nggak banyak nanjak, tapi ada dua atau tiga tanjakan yang gila menguras tenaga. Jalur yang kedua sih tanjakannya lebih banyak, tapi nggak securam yang pertama. Saya memilih jalur pertama karena mending capek sekalian pas nanjak daripada nanjaknya banyak, berarti ngedumelnya juga ikut banyak.

Setelah hampir tiga jam trekking, kami tiba di Desa Kilise. Ya, disini nggak ada listrik dan sinyal, jadi ya terima aja nasib. Di Kilise, kami tinggal di sebuah rumah Honai yang cukup nyaman. Dingin nggak? Dingin banget! Karena posisinya yang bener-bener disisi lembah bagian puncak. Jadi anginnya semliwir. Diwajibkan bawa jaket. Terdapat sebuah gereja yang sedang dibangun disini. Jika dibandingkan, Desa Kilise merupakan sebuah desa yang cukup besar diantara desa-desa lain yang ada dipedalaman lembah Baliem.

Nah kalau Desa Ibiroma, lain lagi ceritanya. Terletak satu jam dari Kilise, desa Ibiroma lebih terpencil lagi. Penghuninya juga nggak banyak. Kebanyakan bapak-bapak disini bekerja dikebun yang jaraknya cukup jauh dari kampung.

Awalnya saya sempat bingung, gimana orang-orang disana mengangkat bahan-bahan untuk membangun prasarana di desa yang terpencil ini. Ternyata, mereka membopongnya dari kota. Terkadang jika ada bantuan, katanya sih ada helikopter yang membawa bahan-bahannya. Tetapi dominan masih tetap dibopong hingga keatas.

Tapi dijamin sih, tinggal disini kayanya bebas stress banget. Mending tinggal di kota, atau tinggal disini? Atau, Senin sampai Jumat di kota, lalu weekend disini? Source : instagram @catatanbackpacker.

Around Wamena: Bukit Salib! Pemandangannya Ciamik

Liburan berkeliling Indonesia adalah pilihan yang sangat bagus sekali karena keindahan indonesia tidak ada habisnya sama sekali. Apalagi jika berbicara soal Indonesia bagian timur yang memiliki keindahan alam yang masih sangat bersih dan tidak tersentuh sama sekali.

Salah satu tempat liburan di Indonesia yang wajib dikunjungi oleh para pelancong adalah Wamena yang terletak di papua, Indonesia. Wamena sendiri rupanya memiliki arti yaitu Wa dan Mena (Babi Jinak). Nama diballik wamena sendiri belum terlalu diketahui arti pastinya. Dapat diasumsikan karena banyak pertenakan babi jinak di wamena.

Warga wamena sangatlah ramah dan terbuka sekali kepada para wisatawan. Contohnya pada saat bapak presiden Joko Widodo mengunjungi Wamena, masyarakat disana langsung membuat penyambutan yang sangat heboh beserta dengan acara yang menampilkan tradisi dan budaya di suku tersebut.

Kali ini kita akan membahas jalan – jalan ke wamena oleh seorang travel blogger bernama Ashari Yudha yang membagikan pengalaman serunya di instagram.

Sebenarnya, saya sudah memiliki beberapa destinasi pilihan yang akan saya kunjungi selama di Wamena. Tetapi pemandangan landscape Wamena benar-benar.. duh nggak bisa dipungkiri lagi. Indah banget, nggak ada lawan.

Bayangkan kota kecil yang asri dan sarat akan budaya, berada ditengah-tengah lembah yang jauh dari keramaian. Kamu berada di tengah-tengah cekungan tersebut. Bawaanya gatel pengen ngedaki bukit-bukit disekitarnya. Langitnya biru cerah, awan-awal bergumpal macam kapas. Duh. Mending duduk diem menikmati aja, males melakukan apa-apa.

Brian si @anak.lembah yang menemani saya selama di Wamena, sempat bingung mau ngajak kemana saking banyak yang bisa dikunjungi. Tetapi karena masih cukup lelah dan males mikir, saya minta aja jalan-jalan keliling pinggiran kota.

Taunya, si Brian ngajakin langsung jauh dan pake treking meskipun trekingnya gitu doang . Nah tadi sore kami jalan ke Bukit Salib. Mengapa dinamakan Bukit Salib, karena diatas bukit ini ada Salibnya.
Cocok banget sih berdoa disini. Selain posisinya juga di Puncak, pemandangannya itu. The best abis sih. Seluruh kota Wamena keliatan