Pentingnya Perencanaan dan Persiapan Sebelum Traveling

Hal yang paling penting diperhatikan agar dapat mencapai tujuan dengan aman dan nyaman pada saat traveling harus dipikirkan secara matang. Contohnya adalah kelengkapan dari alat – alat yang dibutuhkan, perencanaan kegiatan, serta mempersiapkan bekal dan alat yang digunakan untuk melakukan kegiatan di luar alam.

Alhamdulillah kami mampu merampungkan sirkuit Ausangate Trek yang berketinggian rata-rata 4200-5200 mdpl ini dengan kondisi baik, aman dan nyaman. Aman harus diutamakan, wajib. Pasti. Kondisi nyaman akan tercipta jika sudah lulus kondisi aman. Nyaman akan datang jika kita mampu meracik segala kelengkapan teknis kita dengan kondisi fisik kita yang sdh dilatih sebelumnya dan nonfisik.

Lelah itu jelas, wajar. Namun ada faktor lain yang menyempurnakan ekspedisi. Tekad dan mental wajib kita miliki. Tekad berekspedisi, Tekad pantang menyerah, yang dapat mengatrol psikis kita. Dan itu semua akan mengarah pada satu hal yang mewajibkan kita jaga dengan konsisten, yakni: Fokus.

Fokus sejak awal sebelum memulai ekspedisi. Fokus sejak melakukan persiapan perencanaan. Fokus ketika sedang berada dalam lingkaran antusiasme berekspedisi. FOKUS bahwa tujuan utama berekspedisi, apapun bentuknya, kemanapun, kapanpun, yaitu kembali pulang ke rumah dengan selamat.

salah satu keriaan ketika menginjak tanah Peru adalah dapat berjumpa berinteraksi dengan Alpaca & Llama. Hewan endemik pegunungan Andes yang dianggap sakral oleh masyarakat pegunungan andes.

Alpaca maupun Llama rata2 hidup di ketinggian, pegunungan Andes tentunya, selain di Peru kita dapat menjumpainya di wilayah lain Selatan Amerika, macam Ecuador, Argentina, Chile. Keberadaan Alpaca dan Llama sangat memberi kontribusi pada masyarakat disana, selain wool yang dihasilkan yg dapat dijadikan selimut, pakaian dsb, mereka juga dapat membantu para petani untuk menjaga wilayah perkebunannya. Dahulu pun Alpaca dan Llam sering pula dilibatkan pada upacara keagamaan masyarakat suku Inka, sebab sering dikaitkan dengan keberuntungan dan kesuburan.

Pengalaman yang saya dapatkan di foto yang dijepret oleh Yunaidi ini juga cukup unik. Saya berinteraksi dengan sekawanan Alpaca dan Llama diatas lembah “Balcony of Sacred Valley” yang berketinggian hampir 4000an mdpl. Dan berkesempatan bercengkerama dengan herbivore yang berbulu lembut ini juga termasuk salah satu wishlist saya sejak dulu.

Saksikan Matahari Terbenam dari Sudut Bukit Gili Trawangan

Perjalanan ke Lombok selalu meninggalkan kisah yang indah! Kali ini Rinjani ngasih arti lebih buat gue tentang sebuah perjalanan. Bukan hanya pendakian biasa seperti yang gue lakuin sebelumnya, tapi kali ini gue harus jadi leader dari 25 orang, mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan Malaysia. Kebayang kan rasanya jd leader orang yg belum kita kenal sama sekali, apalagi mereka hadir dengan beragam karakter yang berbeda, ada yg pendaki, ada yg baru pertama kali ngedaki, ada yang tukang banyol, ada yg jalannya kayak kuda, ada jg yang jalannya kayak siput. Tapi semuanya akhirnya ngelebur jadi satu.

Mulai dari ngerasain nyiksanya trek Rinjani sampe bisa nganterin kalian ke puncak Impian kalian, lebaran dan kelaparan di tempat orang, nyasar di Gili Trawangan, dll. Terima kasih untuk pengalaman kali ini. Semoga bisa ketemu kalian lagi di trip selanjutnya! Sudah berkali – kali saya sampai di puncak Rinjani, tetapi perasaannya masih sama dengan pertama kali saya sampai disini. Huraaaaaay nyampe lagi. Capek? Iya! Tapi seneng banget rasanya bisa bawain temen-temen baru di pendakian kali ini dan hampir semuanya nyampe puncak di pendakian pertama mereka.

Gili Lawa, pesonanya bukit dan pantainya emang gak ada matinya. Mau pas ijo atau pas coklat selalu bisa bikin gue speechless kesini. Berkali-kali kesini gak pernah bosen. Aktivitas yang paling cocok dilakuin pas nyampe sini tuh: snorkeling, cano-ing, dan trekking buat liat sunset dan sunrise dari atas bukit-bukitnya. Tapi yang paling enak yah duduk-duduk leyeh nikmatin angin sambil dengerin playlist favorit.

Setelah dari Gili Lawa, tidak afdol rasanya kalau tidak mengunjungi Gili Trawangan sekaligus. Di perjalanan kali ini judulnya adalah nyasar di tempat yang tepat. Ceritanya kami mau nyari sunset di pinggir pantai malah nyasar ke bukit yang anak tangganya bikin kaki nyut-nyutan efek turun dari Rinjani. Tapi dapet banget view sunset yang lumayan cakep dari atas bukit ini. Nyasar kali ini berfaedah sekali ya.

Menyaksikan Pemandangan Swiss dari Jendela Kereta Api

Perjalanan day trip kemaren itu gokil banget. Bisa liat puncak-puncak gunung di Pegunungan Bernese Alps ini. Package yang gue pilih dari klook travel bikin perjalanan gue dari Zurich menuju Jungfraujoch jadi ringkas. Dan lanskap sepanjang perjalanan juga cantik banget, mulai dari desa-desa kecil dikaki gunung, danau-danau sampai puncak gunung bersalju kayak gini.

Dan ada yang bilang cara terbaik menikmati keindahan pemandangan alam Swiss adalah dengan menggunakan kereta, nah package yang gue ambil kemaren juga menyertakan perjalanan dengan kereta melewati railways dengan pemandangan yang cantik banget. Perjalanan kemaren adalah cara ringkas untuk menikmati Swiss dalam berbagai lanskap dalam satu hari.

Menurut orang – orang, menikmati pemandangan swiss yang asri, tenang dan penuh dengan hamparan hijau sangat bisa dinikmati dengan menggunakan kereta api. Jadi saya mengikuti saran banyak orang dengan cara menikmati pemandangan negara ini menggunakan kereta api.

Selama perjalanan, terlihat banyak sekali pedesaan yang sangat rapi dengan rumah yang berjajar. Selain itu, ada juga air terjun dan gunung bersalju. Ladang luas yang sangat hijau terpapar selama perjalanan menggunakan kereta api. Pemandangan swiss dari jendela kereta api sangat luar bisa menakjubkan.

Jadi selama di perjalanan menuju dan pulang dari Jungfraujoch tadi kita akan disuguhkan pemandangan kayak gini dari balik jendela kereta. Dan enaknya kereta disini, ketika akan melewati destinasi cantik kayak begini mereka akan memperlambat laju keretanya agar penumpang bisa mengabadikan pemandangan cantik begini, dan asiknya lagi guide dari trip kali ini selalu ngasih tau kalau kereta mau memperlambat laju jalannya agar kiat semua bersiap buat ngeabadain dan nikmatin momen kayak begini. Thankyou klook travel for amazing trip package!

Goodbye Switzerland, next stop; Prague, Czech. Ini salah satu kota ya g dari dulu pengen banget gue datengin! Pengen ngerasain armosfir gimana syahdunya Praha. Dan kali ini puas banget di Swiss, walaupun nggak ke banyak destinasi (ya bisa bangkrut lama-lama di Swiss) semoga bisa balik lagi nanti.

Harga Keramik di Moroko Bikin Melongo

Seharian keliling Medina Fez, seru banget masuk ke seluk beluk area pasar ini, mulai dari toko karpet, pernak-pernik pecah belah, kain-kain Maroko, sampai produk kulit yg baunya amit-amit di Tannery kita susurin satu per satu di area yg mirip labirin ini. Buat kalian yg ke Fez wajib banget explore area ini!

Di Maroko ini tiap liat pola keramiknya tuh kagum banget, karena cantik dan detailnya warbiyasah, salah satunya kayak cermin yg gue pake buat selfie ini. Detailnya bagus bangeeet, sayangnya harganya mahal banget, tapi sepadan dengan proses pembuatannya, dan cermin ini termasuk yg udah berumur, jadi harganya makin mahal, kalau sebuah piring vintage aja harganya mulai dari 5jutaan, ya kalian bisa bayangin cermin ini harganya berapa.

Salah satu alasan kenapa pengen ke Fez itu adalah pengen ke Tannery, pusat produksi olahan kulit. Pas nyampe sini? Wowww amazing banget ama baunya dan prosesnya gue. Baunya yak allah gakbisa gue lupain kayak nempel diotak sih mau mual banget, dan kebayang para pekerja dibawah sana yg mungkin sudah terbiasa dg bau kulit ini.
Tannery ini merupakan pusat produksi kulit terbesar di Afrika utara, produknya berupa tas, sepatu, jaket, dan berbagai fashion item lainnya. Buat kalian pecinta hewan sih gak akan sanggup mungkin kesini.

Maroko rasa Santorini, padahal belum pernah ke Santorini ngelewatin area Kasbah ini kebayang biru dan putihnya bangunan di Santorini, dan kebetulan sama-sama berada di tepi pantai. Kalau main ke Rabat, wajib banget buat nyempetin explore area ini. Almost get lost in Medina, Fez. Asliiik ini pasar udah gede banget terus bentuknya kayak labirin gitu, tadinya gue berharap si Ohim emang nyasar beneran

Terduduk, terdiam menikmati sakitnya paha ini setelah nunggangin unta hampir 2 jam. Tapi semua terbayarkan dg view sahara yg cantik banget ini, kemaren pas sunrise dan sunsetnya perfect banget! Bucketlist kali ini dijawab dg pengalaman yg indah banget

Daftar Mendaki Gunung Kinabalu di Kinabalu Park

Hidup itu gak melulu harus dikamar… hang out di sevel, atau nangkring di mall.. Hidup itu sebuah perjalanan. Coba deh ngeliat ke luar, banyak hal yg selalu bisa dipelajarin diluar sana.. coba deh menyatu sama alam, banyak pengalaman yg bisa didapat dari sana.
sekali-kali kita keliling alam yg ada diluar indonesia dulu yah.. karena mengenal alam itu luaaaassss bgt,ga cuma di Indonesia.

Alam di Indonesia memang baguuuuusss bgt, tp kita bisa belajar hal lain tentang alam di negara lain. dan mungkin someday Indonesia alamnya bisa lebih maju drpd negara lain..

anyway…
adakah temen-temen disini yg pernah ke Kinabalu? Gunung dgn ketinggian 4.095,2mdpl ini terletak di Borneo Sabah – Malaysia. Gunung ini menjadi tanah tertinggi di Ranah Melayu dan menjadi kebanggaan buat mereka.

Gue bilang gunung ini kereeeeennnnn banget!!! kenapa begituh? karena gunung ini bersiihhh banget dan dikelola dengan baik oleh pihak Sabah.

 Kinabalu Park, hiraukan muka-muka mereka yg unyu unyu. Kinabalu Park adalah tempat dimana kita melakukan registrasi, pemesanan porter, pusat informasi, pusat souvenir dan semuanya lengkap banget disini…

mendaki gunung Kinabalu harus mendapatkan izin dari SSL, bookingnya susaaahhh bgt harus jauh-jauh hari krna quota mereka terbatas, total hanya sekitar 230 orang per hari dan believe it or not, Kinabalu gak pernah sepi.. selalu full booked.. .
inget beli izin Kinabalu jg harus teliti liat termasuk apa saja, jgn sampai harga murah tp fasilitas nya belum termasuk Sertifikat, guide dll..

Harga paket Kinabalu sekitar $495 untuk budget Backpacker udah termasuk Hotel di Kawasan Kundasang, Kota Kinabalu, makan, guide, sertifikat, transport, izin dan lodge di laban rata.

Di Indonesia banyak banget gunung yg cantik dan indah banget… tapi sayang banyak juga gunung yg penuh dengan coretan.

sampai detik ini gue masih gak paham dengan Vandalisme, mencorat coret alam, gak di batu, di kayu, di pohon banyak coretan.. sedih banget…

Apa dengan nulis nama di batu/digunung terus elu akan tenar gituh? terus akan dikenang? di bully iyah… atau apa dgn nulis nama pacar di pohon digunung, terus lu bakalan awet gituh? .
entahlah.. terkadang banyak orang terlalu pintar sampai kekurangan kertas untuk corat coret… ADAKAH DARI KALIAN YANG VANDALISME?

Pentingnya Memilih Sepatu yang Tepat untuk Trekking

Buat gue Kaki itu adalah aset utama dalam sebuah pendakian, jadi gue harus semaksimal mungkin melindungi kaki gue.. Monggo di simak tips naik gunung yang aman dan terstandarisasi tentang sepatu..

Q : Kenapa Sepatu? Padahal katanya pake sendal lebih keren..

A : Waahh buat gue lebih keren pake sepatu, tp urusan mendaki gunung bukan soal keren atau gak, soal ikutin safety

*sepatu bisa melindungi seluruh bagian kaki, tentunya buat gue ini lebih aman.
Inget cuma melindungi kaki,bukan hati…

Q : Pake Sendal Lebih Nyaman daripada Sepatu!

A : Nah balik lagi mau cari NYAMAN atau AMAN? Yg udah nyaman ajah kadang bisa gak jadi dipacarin *eeehh.

Q : Sepatu Jenis Apa yg cocok utk mendaki?
A : Yg jelas bukan sepatu Hak tinggi atau  jelly shoes. Gue lebih senang sepatu yg Mid cut level atau high cut level (tergantung medan) karna bisa menutupi matakaki yg rawan cidera ankle.

Pernah liat Pas gue ke Gn. Gede ada mbak-mbak pake Jelly shoes dan Wedges Adeeellleee (baca : Helllaaww) situ mau keondangan apa naik gunung.. .
*cari bahan Goretex yg Waterproof dan sol yg Vibram. Lebih kuat sih…
Inget jangan cari sepatu kaca, kalian bukan pangeran dan cinderella

Q : Sepatu naik gunung itu mahal katanya?
A : ada kok yg terjangkau.. Atau bisa kok pake sepatu sport yg sesuai dgn medan, tp disarankan utk tetep pakai sepatu trekking.. lebih baik investasi di awal lebih banyak dan bisa memberi proteksi jangka panjang kan?

Q : Tapi Masih Banyak Tuh Yg Pake Sendal? Malah ada yg Muncak Rinjani pake Sendal Jepit lagi, gimana?

A : Ya udah biarin, masa mau ikut-ikutan orang lain yg gak bisa menjaga aset penting dalam tubuh? Masa hal yg gak aman mau di contoh?
Safety procedure itu lebih enak loh drpd cari cidera.

*Rawatlah sepatu dengan baik.. Karna sepatu harganya mahal

Anyway.. Mungkin ada yg mau nambahin kenapa harus pakai sepatu? Monggo gabung

Pentingnya Handuk Pada Saat Mendaki Gunung

Once upon the time..
Pertama kali bisa dapat langit cerah pas di Papandayan, dapat hadiah Milky Way dan Bulan cantik yg terbit dari balik awan.

Seperti yg gue pernah bilang, gue gak pernah bosen dateng ke tempat yg sama berkali-kali, karna gue percaya Alam selalu kasih kejutan-kejutan keren dan cerita-cerita baru disetiap perjalanan gue..

Kalo ditanya, “Bex, kenapa sih suka banget naik Papandayan?” .

Mungkin gue akan jawab begini :
“Papandayan itu gunung yg cantik, jarak trekking tidak terlalu jauh, cocok untuk refreshing dan camping nikmatin suguhan alam”

Dan jawaban lain yg paling penting : “Mungkin gue bukan orang yg ambisius dalam mendaki gunung, gue tidak mencari sebanyak apa puncak yg selalu diburu orang, gue sedang tidak berkompetisi untuk mengumpulkan banyak gunung untuk di publish “I’ve been here, I’ve been there”
Gue hanya sedang menikmati perjalanan hidup, yg terkadang selalu dihadapkan dengan hal yg sama, tapi cerita yg berbeda.. Gue hanya sedang menikmati setiap moment hidup dengan Alam di setiap cerita yg berbeda”

Bukan berkompetisi, bukan untuk mengadu banyak-banyakan puncak
That’s why gue gak pernah bosen dateng ke tempat yg sama

Buat gue mendaki gunung adalah kegiatan outdoor yg cukup banyak menguras keringat.
Thats why saat trekking gue gak bisa jauh-jauh dari handuk.

Handuk ini digunakan buat lap keringet, buat nyumpel kamu yg bawel dan suka ngomong kasar di gunung juga bisa.. gue lebih pilih menggunakan handuk daripada tissue. Untuk mengurangi produksi sampah di gunung juga.

Beberapa orang masih suka bawa handuk yg berat yg biasa dipakai untuk mandi dirumah padahal sekarang ada technology microfiber towel atau handuk yg terbuat dari microfiber yg ringan banget.

Bukan cuma enteng, tapi handuk ini jg quick dry cepet bgt kering nya, angin-anginin ajah juga bisa langsung kering.

Pas banget dibawa traveling juga.. Jadi gak perlu bawa-bawa handuk gede yg susah kering dan makan banyak tempat di tas.

Naik Gunung Itu Jodoh – Jodohan

Kata gue, naik gunung itu jodoh-jodohan.. Kalo udah jodoh pasti ada ajah jalan untuk bisa mencapai gunung tersebut.. Kadang walopun udah berkali-kali dateng atau berencana mendaki gunung, kalo belum waktunya dan belum jodoh ada ajah halangannya

Rencana mau ke gunung A, ehalah jodoh di gunung B. Rencana mau jadian sama si C eh malah dapetnya sama si X.

Sama kaya cari pasangan, walopun udah di-pedekate-in berkali-kali, udah kencan puluhan kali, udah rugi banyak ((*eehh*)) tapi kalo belum waktunya jodoh yah gak bakalan “jadi”

Dan begitupun pas kemarin gue ke Merapi, akhirnya bisa berjodoh ke tempat ini.. Walopun dulu pernah kesini.. Tp belum jodoh, gak dapat feelnya. Nah, selain gunung diatas, kali ini gue akan membahas perjalanan ke gunung Rinjani yang merupakan salah satu tempat wisata dengan banyak pendaki gunung yang memiliki keinginan untuk mendaki gunung ini.

Akhirnya ngerasain perjalanan panjang lagi.. 5 hari di Rinjani dan masih kurang
2 malam di Segara Anak pun masih gak cukup.. Kapan-kapan nyoba seminggu camping di Segara Anak seru kali yah.

Jarang-jarang liat rerumputan dan ilalang cakep kaya gini di Rinjani. Ternyata kalo lagi surut di musim penghujan, sungai kecil aliran dari Segara Anak ini berubah menjadi “taman kehidupan” yg kecil dan cakep banget! Bisa guling-guling kasur disini.

Tapi harus kudu extra hati-hati karena beberapa orang lolot suka banget buang “kenangan perut” sembarangan kalo keinjek bisa hamsyong.

Kebetulan cuaca yang ada di gunung rinjani tidak terlalu cerah ya. Cukup cuaca ajah yg kelabu.. Hati kamu jangan  Beginilah kalo mendaki gunung saat memasuki musih penghujan, cuaca gak menentu dan kemarin sepanjang 5 hari di Rinjani banyak dapat hujan.. Akhirnya ngerasain juga ujan-ujanan di gunung lagi.

Jangan lupa kalo bulan-bulan ini masih mau mendaki, siapin perlengkapan yg safety.. Waterproof gear nya juga diperhatikan.. Dan persiapkan planning A,B,C,D yg matang karena cuaca gak bisa ditebak.
Cukup cuaca ajah yg berubah-ubah gak menentu, kamu jangan! 

Menginap Gratis via CouchSurfing

Couchsurfing? Apaan tuh? Masih banyak beberapa teman saya yang menanyakan hal tentang couchsurfing. Jadi Couchsurfing adalah semacam media sosial khusus para traveller, yang menyediakan tempat tinggal di kota yang mereka tinggali. Jadi kamu tinggal register, terus kamu login, kamu ketik kota tujuan kamu, dan Voila!!! Bakal banyak muncul list yang bisa kamu kontak disana. Tipsnya..

1. Isi profile CS kamu sebanyak2nya dan selengkap2nya, jangan lupa upload foto, jadi orang yang numpangin kamu ga akan ragu numpangin kamu.
2. Cari Host yang punya referensi cukup banyak. Referensi banyak menandakan dia recomended untuk dipilih sebagai host.
3. Mintalah kontak lain misalnya Whatsapp atau Line, jadi kamu bisa mengenal lebih dulu via chat. Atau telpon langsung juga boleh selama si host nya santai.
4. Pilih host yang ada di tengah Kota, kamu merasa lebih aman dan gampang untuk transportasinya.
5. Jadilah orang yang menyenangkan. Murah senyum, jangan kebanyakan main gadget dikamar. Kapan lagi kamu dapat temen baru di tempat yang pertama kali kamu datangin?
6. Bantu2 host kamu. Ga usah hal besar. Cuci piring bekas kamu makan juga udah cukup untuk meringankan beban hostmu.
7. Jangan lupa, belajar sedikit bahasa lokal, dan ikuti tradisi lokal maupun adat daerah dimana kamu tinggal. Wajib banget tuh.
8. Kalau kamu mau, kamu juga bisa membeli pernik2 dari kota asal kamu, nanti pas pulang kamu tinggal berikan ke host sebagai ucapan terima kasih, misalnya kain atau batik, kalian yang lebih tau
9. Dan yang terakhir, selalu waspada. Kejahatan bukan karena hanya ada niat, tapi jika ada kesempatan. Waspadalah, waspadalah.

Foto di atas adalah foto keluarga Conny Tiluata, seorang aktivis NGO, yang aktif di Couchsurfing Kupang. Jadi kalau mau ke Kupang, bilang aja temannya Yudha. Kebetulan saya juga menginap selama seminggu dirumah Kak Conny.

Adalagi tips nginep lainnya? Ada temen2, banyak kok. Tunggu tanggal mainnya.
Siap untuk ketemu teman dan keluarga baru? Enjoy your free place to stay!

Traveler Perempuan Wajib Baca Ini!

Ada yang pernah mikir nggak kalau perbedaan waktu di Indonesia ini menarik ? :)) Tapi kali ini Dev nggak akan membahas itu. Kali ini akan merepost postingan Dev yang paling awal banget, yaitu Solo Female Backpacker Do and Don’ts. Yuk di cek!

SOLO FEMALE BACKPACKER : 5 DOS

1. Kenali kesehatan dan kekuatan fisikmu. Kalo kamu ngerasa punya penyakit kronis lebih baik di pikir 2 kali lagi untuk solo traveling yang jauh-jauh dari kotamu ya cantik. Kalo cuma ke Sevel di jalan depan mah, silahkeun. *Ciyeee~ anak Sevel mana lo ?* #krik

2. Pastikan ijin dan dapat ijin orang tua. Sebenarnya ini hal simpel tapi sering disepelein padahal dahsyat dan inbox banget faedahnya. Believe it or not, doa orang tua adalah kunci berkah dan keselamatan dimanapun kita berada.

3. Manajemen finansial. Mulailah menabung buat ngetrip. Yang kerja banyakin lembur. Yang kuliah banyakin puasa biar sekalian langsing. Tentukan juga batasan minimal biaya yang di keluarin selama perjalanan jadi budgetmu nggak bakal over.

4. Tentukan destinasi. Cobalah sebisa mungkin mencari kenalan di tempat tujuanmu. Caranya gimana Dev? Bisa tanya keluargamu, temenmu atau mbah google. Catet nomor hape atau alamatnya, tidak hanya di henpon tapi juga buku sakumu. Kalau nggak bisa juga, berinteraksilah on the spot !

5. Berdoa, berani, percaya diri dan keep smileee~ *kemudian Cesar pun bergoyang*

Untuk 5 DON’TS-nya akan Dev bahas di postingan selanjutnya ya. Kalau ada temen-temen yang mau menambahkan tips/opini ataupun bertanya, silahkan drop komennya. Terima kasih.

Sekarang giliran Dev yang meneruskan catatannya lagi. Here we go… SOLO FEMALE BACKPACKER : 5 DON’TS

1. Jangan berat-berat diransel yaa. Bawa yang bener-bener dibutuhin aja. Backpack/ransel yang terlalu berat akan membuat kamu nggak lincah kalo misalnya pas hitching atau berpindah-pindah alat transportasi. Cukup beban hidupmu aja yang bikin berat. *dikeplak pembaca*

2. Jangan menaruh uang di satu tempat saja. Usahain di pencar-pencar ya. Jikalau hal terburuk terjadi misalnya kecopetan atau di palak, kamu masih punya back up.

3. Jangan terlalu banyak memperlihatkan kulit tubuh girls. Walaupun mulus, kulitmu bukan kulit ayam kaepsi yang siapapun doyan looohhh. Gunakan pakaian yang sopan dan nyaman biar tidak mengundang kejahilan lelaki macam Yud. Hehehe~

4. Jangan mengenakan perhiasan yang berlebihan. Hindari memakai kalung emas sepanjang rantai kapal atau cincin dengan berlian segede jeruk Bali. Ingat, kamu mau explore bukan mau di rampok sist !

5. Jangan malu berinteraksi dengan warga lokal. Walaupun kamu berjalan sendiri, buang semua ego dan rasa takutmu ketika kamu merasa bingung atau butuh bantuan orang lain.

Baiklah, sekian dulu berbagi tipsnya. Kalau ada yang mau kasih tambahan tips, opini atau pertanyaan, silahkan drop di kolom komen ya. Terima kasih.

Telusuri Kepulauan Riau Sampai ke Ujung

Perjalanan keliling Kepulauan Riau belum berakhir. Sekarang masih membahas Lingga nih. Mungkin masih banyak yang belum mendengar nama pulau Lingga. Jujur, saya pun baru dengar saat menginjakkan kaki di Benan. Padahal, Daik Lingga adalah ibu kota dari kesultanan Lingga. Kesultanan Lingga itu sendiri dulunya adalah kesultanan Melayu yang besar lho!

Informasi yang didapatkan dari dinas pariwisata, awalnya pulau yang diberi nama pulau Lingga ini dipimpin oleh seorang pemimpin suku Melayu yang terkenal sangat jago dalam bertempur. Pemimpin tersebut bernama Datuk Megat Kuning Putra yang berasal dari Jambi. Di awal abad-18, pusat pemerintahan sultan johor – riau dipindahkan oleh seorang sultan bernama Mahmud Syah. Setelah kejadian itu, sang datuk diberi gelar orang kaya dan diberi kekuasaan di daerah Daik.

Nah berjalanlah semua kegiatan Kesultanan di Daik. Tetapi tak lama, pada tahun 1900an Belanda menyerang Daik dan akhirnya kesultanan pun mundur. Sekarang, di Daik kita hanya bisa menemukan replika Istana Sultan saja. Istana yang aslinya sudah hancur rata dengan tanah, yang tersisa hanya fondasinya. Hiiiii!

Wow! Indonesia memang kaya ya! Tak hanya wisata alam, tetapi wisata budaya dan sejarah pula! Bangga dong jadi orang Indonesia!

Setelah puas mengeksplor komplek kerajaan Lingga yang bersejarah, saya di ajak Bung untuk kembali mengeksplor satu air terjun yang spesial. Kenapa spesial? Karena air terjun ini tidak banyak orang yang tau, bahkan pemda sendiri belum banyak yang tahu tentang air terjun tersembunyi ini -Air Terjun Makunggal.

Perjalanan untuk menuju air terjun Makunggal menghabisman waktu hampir satu jam. Kami melewati hutan lebat dan melompat diantara bebatuan sungai yang cukup besar. Bahkan ada beberapa trek yang memiliki kemiringan hingga 80°, jadi kami harus mendaki. Wow!

Setelah beberapa kali terpeleset dan meninggalkan luka di hati #eh luka di tangan maksudnya, saya sampai juga di Air Terjun Makunggal. Nggak perlu banyak bercerita, bisa kamu lihat air terjun ini benar-benar sepi. Belum tersentuh oleh orang-orang.

Kota Daeng yang Bersejarah di Makassar

“Yud, buruan. Ntar ketinggalan pesawat, lho!”.

Aku bergegas mengambil daypack yang masih setengah terbuka sambil terengah-engah. Panggilan Tajab seakan mengisi seluruh lorong rumah, memanggilku untuk segera keluar dari kamar. Bukan sekali dua kali aku terburu-buru seperti ini. Tergesa-gesa seakan menjadi bumbu dalam setiap perjalananku. Sampai-sampai Ibuku pernah bilang, ketika aku tak tergesa-gesa ada kemungkinan besar barang yang tertinggal.

Mataku menyipit terkena siraman matahari yang berada tepat di atas ubun-ubun. Jalan mulai tampak padat dipenuhi para pekerja yang mencari makan siang. Tajab memacu mobil cukup kencang, membelah jalanan kota Makassar. Sudah terlalu dekat, tak mungkin gagal lagi kali ini.

Sudah empat kali aku mengunjungi Makassar, kota Daeng. Yang pertama dan kedua, ketika aku mengunjungi almarhum Ayah yang sedang bekerja disana. Ketiga, Makassar merupakan titik dimana perjalanan panjangku selama enam bulan berakhir. Dan saat ini adalah kunjunganku yang keempat. Sampai sekarang, aku belum pernah menginjakkan kaki di kompleks Karst terluas nomor dua di dunia, Rammang-Rammang. Padahal, aku sudah mendengar tentang Rammang-Rammang ini sejak lama, semenjak Ayahku berkerja di Makassar.

Untuk menuju Rammang-Rammang, kami melintasi jalan menuju Kabupaten Maros. Sempat-sempatnya Tajab membeli beberapa cemilan, padahal baru saja menghabisi satu porsi konro bakar dan dua piring nasi.

“Yud, bangun! Hampir sampai!”.

Ternyata, aku tertidur sepanjang perjalanan. Sambil mengucek-ngucek mata, aku memperhatikan pemandangan sekitarku. Sawah-sawah subur yang sedang kuning-kuningnya, terhampar luas sepanjang mata. Kerbau-kerbau sedang merumput, menemani si gembala yang sedang beristirahat. Beberapa petani sibuk mencangkul, sesekali mereka mengusap keringat. Menenangkan dan melegakan. Tetapi, bukan itu yang membuatku terpana.

Tatapanku terpaku pada sebuah tebing. Tebing tinggi yang berdiri dengan gagahnya. Diatasnya, tumbuh vegetasi yang cukup lebat, bak rambut manusia. Aku menyadari bahwa tebing itu membentuk sebuah kompleks yang sangat luas.

Karst?

“Rammang-Rammang…”.

Mataku masih terbelalak melihat langsung kegagahan dari tebing yang berada tepat didepanku. Teringat jelas memori tentang perjalanan mengelilingi beberapa karst, sebut saja Raja Ampat, Lembah Harau, dan Van Vieng. Indah? Pastinya indah dan memesona. Mana yang terbaik? Tak bisa kujawab, karena setiap kompleks karst memiliki keunikannya masing-masing.

“Yud, mau masuk? Kalau mau masuk kita harus naik perahu, melintasi sungai.” tanya Tajab.

“Masuk kemana? Ke Rammang-Rammangnya?”.

“Yup, masuk Desa Barua. Desa yang berada di tengah perbukitan Rammang-Rammang”.

Melintasi sungai? Sepertinya opsi yang sangat menarik! Tanpa berpikir panjang, aku mengiyakan ajakan Tajab.

Kami langsung bergegas mencari dermaga dimana lokasi kapal biasa bersandar. Di Rammang-Rammang terdapat tiga buah dermaga. Saya memilih dermaga pertama dengan pertimbangan jarak dan waktu tempuh yang lebih lama, otomatis jauh lebih puas.

Bogor Pilihan Tepat Untuk Liburan

Jika bingung mencari tempat liburan, atau tempat untuk menikmati weekend, Bogor bisa menjadi opsi untuk kalian berlibur. Baik bersama teman, pacar atau keluarga. Bogor memiliki banyak tempat yang bagus untuk dikunjungi dari tempat wisata, tempat makan, bahkan hotel dan villa yang instagramable. Harga yang ditawarkan juga beragam.

Kuliner yang wajib dicoba saat berada di Bogor

Bagi kalian yang senang dengan kuliner, ada beberapa tempat makan yang harus kalian coba saat berada di Bogor. Beberapa tempat mungkin biasa saja tempatnya, tapi untuk rasanya tidak diragukan. Sehingga kalian harus antri untuk menikmati makanannya. Tempat yang tidak boleh dilewatkan untuk pecinta kuliner.

  • Soto bogor pak salam
    Jangan kaget kalau saat kalian ke tempat ini, kalian akan mendapati antrian yang panjang. Ada istilah yang unik di tempat ini, yaitu calling untuk pesan nasi dan distel untuk memilih daging.
    Jam operasional : 16.30 – 19.00
    Alamat : Jl. Siliwangi Gg Aut Surya Kencana.
  • Martabak air mancur
    Tempat ini selalu ramai karena terkenal dengan rasanya yang nagih.
    Jam operasional : 10.00 – 21.00
    Alamat : Jl. Raya Pajajaran No.20r, RT.06/RW.04, Baranangsiang, Kec. Bogor Timur, Kota Bogor.
  • Laksa kp cincau
    Sudah berdiri sejak tahun 1950. Tempatnya hanya sederhana tapi rasanya tidak diragukan. Enak untuk disantap untuk sarapan. Harganya juga terjangkau, Rp.8.000/porsi.
    Alamat : Jl. Rangga Gading No.25, RT.01/RW.09, Gudang, Kec. Bogor Tengah, Kota Bogor.
  • Bapatong
    Untuk pecinta bakso, kalian bisa mencoba bapatong ini. Rasanya yang gurih dan harga yang ditawarkan juga terjangkau. Rp. 15.000/porsi.
    Alamat : Jl. Pangrango No.1, RT.03/RW.04, Babakan, Kec. Bogor Tengah, Kota Bogor.

Tempat penginapan yang instagramable

Bogor memiliki beberapa tempat penginapan yang unik dan instagramable yang wajib kalian coba. Untuk harganya sendiri cukup mahal. Tapi sebanding dengan view dan kenyamanan yang ditawarkan. 

  • The Highland Park

Resort yang berkonsep glamping. Kalian bisa menginap di tenda ala Mongolia dan Indian. Harga yang ditawarkan mulai dari Rp.1.218.000 (untuk 4 orang).

  • Pullman  Ciawi Vimala Hills
    Desain bangunan yang modern yang memiliki suasana yang asri. Memiliki perpaduan yang sangat indah. Harga yang ditawarkan mulai dari Rp. 1.633.500/malam.
  • Edensor Hills
    Villa yang di desain seperti perumahan Inggris. Mempunyai banyak spot yang bagus untuk berfoto. Harganya mulai dari Rp.600.000/ malam.
  • Plataran Puncak
    Villa yang jauh dari keramaian, dan dikelilingi oleh sungai dan pepohonan. Tempat yang sangat nyaman untuk melepas penat. Harga yang dibanderol mulai dari 3 juta/ malam.

Tempat wisata keluarga di bogor

Banyak sekali tempat wisata yang bisa dinikmati di Bogor, contohnya wisata air, wisata kuliner, dan beberapa tempat bermain yang cocok untuk keluarga.

  • House of Hobbit Cisarua Bogor
    Lokasi : Jl. Gandamanah no. 251, Tugu, kec. Cisarua, Bogor, Jawa barat.
    HTM : Rp. 10.000

  • Suaka Elang Loji
    Lokasi : Ciburayut, Cigombang, Bogor, Jawa barat.

  • Curug Leuwi Cibaliung
    Lokasi : Jl. Kecibadak, Karang Tengah, Kec. Babakan Madang, Bogor, Jawa barat
    HTM : Rp. 5.000

  • Pura Parahyangan Agung Jagatkartta
    Lokasi : Tamansari, Bogor, Jawa barat.

  • Taman Bunga Nusantara
    Lokasi : Jl. Mariwati no. 7, Kab. Cianjur, Jawa barat
    HTM : Rp. 40.000

  • Museum Zoologi
    Lokasi : Jl. Ir. H. Juanda No. 9, Bogor Tengah
    HTM : local – Rp. 15.000/ asing – Rp. 25.000

  • Kampung Budaya Sindangbarang
    Lokasi : Kp dukuh menteng, kec. taman sari, Bogor, Jawa barat
    HTM : Rp. 25.000/ orang

  • Little Venice Puncak
    Lokasi : Batulawang, Cipanas, Cianjur
    HTM : Rp. 30.000. Untuk wahananya, mulai dari Rp. 25.000

  • De Ranch Megamedung
    Lokasi : Jl. Raya puncak gadog, Bogor
    HTM : Rp. 20.000

Situs Warisan Budaya Dunia UNESCO

Situs Warisan Budaya Dunia UNESCO

Dalam rencana perjalanan liburan Malaysia Anda, Anda mungkin memiliki pengalaman kota dan berbelanja Kuala Lumpur, pantai Langkawi dan pulau Tioman dan Genting yang indah. Namun, tur Anda ke negara ini tidak akan pernah lengkap kecuali Anda menambahkan pengalaman perjalanan ke penang.

Dikenal sebagai Mutiara dari Timur, Penang juga merupakan ibu kota kuliner negara Asia ini. Faktanya, tempat ini juga terdaftar sebagai Situs Warisan Budaya Dunia UNESCO pada tahun 2008, jadi Anda tidak akan pernah kekurangan kuil, keajaiban alam, dan pantai di sini. Jika Anda merencanakan perjalanan ke Penang maka kami mencantumkan area teratas di mana Anda dapat tinggal dengan nyaman selama beberapa hari dan menghindari perjalanan yang tidak perlu dan akomodasi mahal. Lihatlah.

1. George Town

Kami mulai dengan area paling populer di Penang dan ibu kotanya – George Town. Ini adalah distrik multikultural dan penuh warna, yang memiliki banyak kepentingan sejarah juga. Itu adalah pusat perdagangan penting di zaman kolonial dan pengaruhnya dapat dilihat dalam arsitektur gaya Inggris di sini. Sementara masa lalu akan membawa Anda kembali ke sejarah dengan kereta kabelnya, area baru memiliki gedung pencakar langit dan pusat perbelanjaan.

Selain itu, Anda dapat mengunjungi kuil Cina, kubah dan masjid bergaya Mughal serta taman lanskap yang dipangkas dengan baik. Di pinggirannya adalah Kek Lok Si – kuil Buddha lereng bukit yang megah dengan pagoda 7 lantai. Kota ini melukiskan gambaran yang hidup dengan grafiti warna-warni, becak berwarna cerah, grafiti artistik, dan banyak kafe kontemporer.

Jika Anda bersama teman atau pasangan dan mencari lampu malam yang hidup, inilah tempatnya. Memiliki berbagai restoran mewah dan hemat, kafe dan klub. Selain itu, tempat-tempat wisata berada dalam jarak berjalan kaki, karena daerah ini memiliki semua keramaian, daerah ini bisa menjadi sangat ramai selama musim dan hari libur, tidak hanya oleh wisatawan tetapi juga penduduk setempat.

2. Gurney Drive

Persiaran Gurney yang dikenal dengan sebutan Gurney Drive menawarkan sisi lain dari Penang. Ini fitur sejumlah restoran kelas atas, hotel bintang lima dan perbelanjaan yang luar biasa. Selain itu, tempat ini juga memiliki sejumlah kedai makanan jalanan dengan barang-barang lokal yang eksotis. Bersamaan dengan kawasan pejalan kaki tepi pantai yang tenang, Gurney juga memiliki banyak situs bersejarah yang berasal dari tahun 1800-an.

Wisatawan yang ingin menikmati makanan dan berbelanja bersama dengan tempat-tempat menarik di Malaysia harus tinggal di sini. Ini juga merupakan suguhan bagi penggemar sejarah daerah ini mungkin yang termahal di seluruh Penang jadi tidak ideal untuk backpacker. Selain itu, ini tidak mencerminkan budaya lokal Malaysia karena sebagian besar dihuni oleh ekspatriat dan elit kota.